Turnamen Futsal Kalibaru Cup: Tensi Tinggi Di Lapangan Pasir

Turnamen futsal Kalibaru Cup yang digelar di lapangan sepakbola Kalibaru, Cilincing Jakarta Utara, yang digelar pada 21 Juni – 11 Juli telah berakhir dan menyisakan banyak cerita. Kalibaru Cup sendiri merupakan salah satu turnamen futsal tertua yang digelar di Jakarta. Dihelat sejak 2004, Kalibaru Cup merupakan turnamen yang cukup prestisius di wilayah Jakarta Utara. Tensi tinggi dan laga keras menghiasi laga-laga di ajang ini. Bukan rumput sintetis atau interlock, lapangan ini beralaskan pasir pantai yang menambah sulit alur bola. Suasana pertandingan yang keras juga didukung oleh penonton yang selalu memenuhi arena. Tak jarang penonton juga ikut andil mempengaruhi pertandingan lewat provokasi yang dilakukan. Devina menjadi salah satu tim yang merasakan laga keras ini. Di semifinal, mereka hampir baku pukul dengan tim lawan yang bermain cukup keras. Bahkan salah satu pemainnya, Dian, mengalami pendarahan dimulut akibat ulah tim lawan. Laga sendiri dihentikan dan diputuskan untuk menentukan pemenang lewat adu penalti. Adu penalti ini dimenangkan oleh Devina berkat kegemilangan kiper Teguh Limas Sarendra. “Turnamen futsal di Kalibaru ini memang selalu mengundang banyak intrik dan tak jarang berakhir dengan adu fisik. Tensi tinggi itulah yang menjadi tantangan buat kami di turnamen ini,” kata Abi, bos Devina FC. Di laga ini sendiri, Devina menjadi yang terbaik di antara 96 tim yang berlaga di Kalibaru Cup. Di partai puncak pada Sabtu (11/7/2015) Devina mengalahkan Meteran Jalan FC yang diperkuat pemain SWAP, Ahmad Taufiqurrahman dengan skor 3-1.

Sumber: Bolalob