Antara Cinta dan Kenangan Masa Lalu

Akhir-akhir ini banyak sekali tema percintaan yang diangkat dalam novel remaja. Namun, hanya sedikit yang memasukkan unsur lain selain cinta. Begitu pula Hot & Cold karya Ruri Apriana. Tema yang selalu menarik untuk diceritakan atau pun dibaca. Bercerita tentang Keyna yang menyukai musik klasik dan segala sesuatu tentang sejarah. Selama liburan musim panas, dia menghabiskan waktunya bersama Oma di toko Schnee. Suatu ketika dia dipertemukan dengan pemuda dari Indonesia yang memanggilnya dengan nama Stanza. Baca Juga Pemerintah siapkan UN menjadi ujian sekolah standar nasional Ciptakan rekayasa kopi luwak, mahasiswa ini raih medali emas Umrah Lebih dari Sekali Kena Biaya Visa Pemuda itu bernama Ravel, sedangkan Stanza adalah gadis periang yang selalu mengikutinya dan kini membuat hidupnya terasa pahit. Pertemuan mereka diawali saat dihukum ketika upacara bendera. “Kalo gue telat karena tadi gue ketinggalan topi. Lo tahu sendiri, kan, kalo nggak pake topi waktu upacara bakalan dijemur. Eh, tapi kayaknya emang takdir maksa gue buat tetep jemuran juga. Restu Dewa Matahari kali, ya?” (halaman 17) Pertemuan itu berlanjut dengan kejadian lain karena Stanza selalu mengikuti ke mana pun Ravel pergi. Gadis yang selalu membawa radio usang itu benar-benar membuat Ravel kesal. Apalagi insiden di mana ketika ada siaran radio, Ravel datang berniat meminta lagu yang lain karena sejak tadi gadis itu hanya memutar lagu-lagu klasik dari tape nya. Namun, berujung pada mikrofon yang lupa dimatikan dan bertepatan saat Stanza menyatakan rasa sukanya pada Ravel. “Dia tersenyum riang. Alunan musik Moonlight Sonata masih berbunyi. Beberapa detik kemudian, gue baru tersadar bahwa mikrofon yang dari tadi dia pegang belum sepenuhnya mati, masih dalam keadaam on. Dan itu berarti ….” (halaman 25) Setelah pertemuan aneh dengan pemuda yang mengenakan jaket hoodie. Keesokan harinya, Keyna bertemu lagi dengannya di Toko Schnee. Pemuda itu membuat Keyna begitu percaya diri dan mengira jika pemilik alis tebal itu tengah terpesona padanya sehingga datang lagi ke tokonya. Sebuah insiden kecil datang ketika tiga orang anak kecil mengambil cokelat di toko Keyna. Gadis itu mengejarnya dan berkat bantuan pemuda tadi dia berhasil menangkap mereka. Tetapi Keyna malah berbaik hati memberikan cokelatnya pada ketiga pencuri kecil itu. “Ini untuk kalian. Dan, kamu …,” tatapanku kembali ke anak lelaki berkostum Mozart yang memandangku heran. “Kamu tahu! Kalau ingin mencuri setidaknya jangan memakai kostum orang yang paling dibanggakan di kota ini. Lain kali, kalau kamu mengulanginya aku tidak akan melepaskanmu!” (halaman 34) Keyna terpaksa mengiyakan untuk menjadi guide dadakan rombongan Ravel, seseorang yang akhirnya dia ketahui namanya. Di sana Keyna mengalami hal buruk saat seseorang tak sengaja menabraknya dari belakang hingga membuat kopi dalam gelas tumpah membasahai bajunya. Ravel pun berinisiatif meminjamkan jaket hoodie miliknya pada Keyna. Paginya, Ravel terpaksa ketinggalan rombongan menuju Paris karena berniat mengambil barang berharga yang ada di jaket hoodie, yang dipinjamkannya pada Keyna kemarin. Saat ini Ravel sama sekali tidak memiliki uang, dengan gengsi dia pun meminta tinggal sementara waktu di rumah Keyna. Gadis itu sedikit berpikir sebelum akhirnya mengajukan syarat pada Ravel untuk menjadi pegawai Schnee. Ravel tidak punya pilihan lain, kecuali jika dia memang ingin menjadi gelandangan. Suatu kejadian membuat perasaan Keyna seolah terempas begitu saja saat melihat Lorenz, kekasihnya, tengah berdua dengan wanita lain di sebuah kafe padahal sebelumnya di telepon dia mengatakan tengah sibuk dengan pertunjukannya. Keyna merasakan ada perasaan baru yang muncul ketika bersama Ravel. Hangat. Sangat berbeda jauh ketika bersama Lorenz dulu. Namun, ketika perasaan itu tumbuh ada suatu kenyataan tentang Ravel yang membuatnya harus menjaga jarak. Bahkan mengubur perasaannya dalam-dalam. Novel setebal 247 halaman ini akan membuat pembaca penasaran dengan potongan kisah seolah tengah melihat adegan dalam film. Plot yang dirancang penulisnya begitu apik dengan memadukan flashback dan kejadian saat ini. Penokohannya pun kuat yang disertai kalimat jenaka, khas penulisnya. Hot and Cold seolah mengajarkan pembaca apabila setiap orang berhak atas perasaan masing-masing. Dan kenangan adalah satu pelajaran berharga untuk ke depannya dalam memilih cinta tanpa adanya bayang-bayang masa lalu. _________________________________________ Judul Buku : Hot & Cold Penulis : Ruri Apriana Penerbit : De Teens Cetakan Pertama : April 2014 Tebal : 247 halaman ISBN : 978-602-255-529-2 Peresensi : Koko Ferdie, Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Ikip Budi Utomo Malang Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Buku , cinta , KENANGAN , Buku , cinta , KENANGAN

Sumber: RimaNews