Tokoh Lintas Agama Tolak Politisasi SARA untuk Pilpres

RIMANEWS-Sejumlah tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah berkumpul di Jakarta, dan mengeluarkan pernyataan bersama menolak politisasi isu SARA untuk kepentingan sesaat, memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden. Pernyataan itu, dikeluarkan setelah mereka menggelar Temu Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Senin (16/6) di Posko Relawan yang dipimpin KH Hasyim Muzadi, Jakarta Selatan. Tokoh-tokoh yang hadir, antara lain rohaniawan Bali, Panande Ida Made. Gunung, KH Nashin Hasan, Pendeta Agus, tokoh masyarakat NTT Pendeta Muda, Pdt Johan Mananti, Pdt Tampubolon, tokoh dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, sampai Papua. KH Hasyim Muzadi selaku tuan rumah. Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Scholars (ICIS) Nasihin Hasan mengatakan, banyak tokoh berada dalam satu pemikiran bahwa agama suku bangsa dan ras telah dijadikan komoditas politik sehingga menyebabkan timbulnya permasalahan yang sulit diselesaikan. Sebagai salah satu contoh adalah Tabloid Obor rakyat yang isinya telah megkotak-kotakan bangsa Indonesia. Berikut pernyataan tertulisnya, “Kami Tokoh Agama – Tokoh Masyarakat Indonesia dengan ini menyatakan : 1. Mendukung dan mensukseskan Pemilihan Presiden 2014. 2. Meminta bukti dari TNI, POLRI, KPU, BAWASLU, PNS menunjukkan netralitas dalam menciptakan kondisi Pilpres aman, kondusif dan damai serta jujur dan ardil. 3. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian dan menolak cara-cara berkampanye yang berbau fitnah dan kampanye hitam serta politisasi agama, suku, ras, serta golongan demi terwujudnya kehidupan bersama bangsa Indonesia. 4. Menjaga dan mempertahankan kerukunan antar-umat beragama dan kesatuan bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila. 5. Meminta Presiden dan Wakil Presiden terpilih dalam menjalankan tugasnya menjadikan hukum sebagai panglima dalam berpikir, berkata, dan bertindak untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. 6. Meminta Penyelenggara Negara di dalam Melaksanakan Amanat Rakyat Berorientasi kepada Tujuan Kemerdekaan. 7. Meminta kepada semua umat beragama mendukung sepenuhnya Penyelenggara Negara di dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan Pancasila dan UUD 45 menuju cita-cita Kemerdekaan Indonesia. [ach/rm] Baca Juga Ancaman Berbau SARA Menggema di Luar Sidang Ahok Kominfo Janji Tutup Akun Twitter Penyebut Al Quran Kitab Sampah Penulis Buku Ini Sebut Al Quran Kitab Sampah Sebarkan Kebencian Agama, Martien Zeegeer Dicokok Polisi Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Polhukam , SARA , Hasyim Muzadi , Polhukam , SARA , Hasyim Muzadi

Sumber: RimaNews