Sektor Industri Mampu Serap Tenaga Kerja Lebih Banyak

RIMANEWS-Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan sektor industri mampu menurunkan angka pengangguran karena mampu menyerap lebih banyak jumlah tenaga kerja. “Penyerapan (tenaga kerja) yang tinggi biasanya dari sektor industri dan jasa-jasa yang sifatnya modern,” kata Lukita di Jakarta, Senin (5/5). Dia mengatakan bahwa Pemerintah akan mendorong peraturan baru di sektor primer agar bisa mengembangkan produknya di dalam negeri seperti mineral. Menurut dia, langkah itu merupakan salah satu upaya penyerapan tenaga kerja dari tiap pertumbuhan ekonomi yang terjadi. “Dahulu (industri tanah air mampu menyerap) sebanyak 300.000 hingga 400.000 tenaga kerja. Saat ini sekitar satu persen pertumbuhan perhitungan kami (menyerap tenaga kerja) 200.000 hingga 250.000 orang,” ujarnya. Dia mengatakan bahwa Pemerintah akan mendorong upaya hilirisasi industri agar bisa menyerap lebih banyak jumlah tenaga kerja. Menurut dia, Pemerintah melakukan penguatan struktur ekonomi, termasuk hilirisasi dan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) “Dan, juga (melakukan) pengembangan koridor ekonomi khusus sehingga larinya ke sektor industri,” katanya. Menurut dia, koridor ekonomi khusus itu segera beroperasi karena sudah dalam tahap pembangunan sehingga sektor formal industri menjadi penyedia lapangan kerja. Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari Senin (5/5) menyebutkan jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada bulan Februari 2014 mencapai 118,2 juta orang atau bertambah 1,7 juta orang dibandingkan kondisi pada bulan Februari 2013. Kepala BPS Suryamin dari data keadaan ketenagakerjaan jumlah penduduk bekerja dibandingkan periode Agustus 2013 meningkat sebanyak 5,4 juta orang. Suryamin mengatakan bahwa dari struktur lapangan pekerjaan tidak ada perubahan yang berarti karena sektor pertanian, perdagangan, jasa kemasyarakatan, dan sektor industri masih menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Menurut dia, dibandingkan keadaan pada bulan Februari 2013, jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan 640.000 orang di sektor jasa kemasyarakatan (3,59 persen), sektor perdagangan 450.000 orang (1,77 persen), serta sektor industri 390.000 orang (2,6 persen). Dari lapangan usaha tersebut, kata dia, hanya sektor pertanian yang mengalami penurunan jumlah penduduk bekerja, yaitu sebanyak 280.000 orang atau sekitar 0,68 persen, karena adanya pergeseran masa panen. BPS juga mencatat jumlah pengangguran pada bulan Februari 2014 mencapai 7,2 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) cenderung menurun, atau mencapai 5,7 persen dibandingkan periode Februari 2013 sebesar 5,82 persen. Secara keseluruhan, jumlah angkatan kerja Indonesia tercatat mencapai 125,3 juta orang atau bertambah sekitar 1,7 juta orang dari Februari 2013 yang tercatat sebesar 123,64 juta orang dengan tingkat partisipasi mencapai 69,17 persen. Baca Juga Pemerintah dan Perusahaan Harus Bersinergi dengan Baik DPR: tak ada kemiripian uang rupiah baru dengan yuan Pelabuhan di bawah Pelindo I siap hadapi natal Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Bappenas , pengangguran , industri , Sektor Riil , Bappenas , pengangguran , industri , Sektor Riil , Bappenas , pengangguran , industri , Sektor Riil

Sumber: RimaNews