Suharno Jadi Asisten Pelatih Tim Nasional Senior

, Malang – Bekas pelatih Persiwa Wamena, Suharno, resmi menjadi asisten pelatih tim nasional senior. Bersama Fabio Oliviera, Suharno kini sudah berada di Yogyakarta untuk menangani pemusatan latihan sejak 17 April hingga 10 Mei. ”Saya sekarang sudah berada di Yogyakarta bersama anak-anak,” kata Suharno kepada Tempo , Senin, 23 April 2012. Suharno dan pelatih lainnya, Fabio Oliviera, mengurusi pemusatan latihan tim nasional selama Nil Maizar, sang pelatih kepala, mengikuti kursus kepelatihan di Jerman dari 23 April sampai 12 Mei. Persiapan terdekat tim nasional adalah mengikuti Al-Nakbah International Tournament di Palestina, 13-24 Mei 2012. “Saya mendapat kabar untuk ikut melatih tim nasional akhir pekan lalu. Kalau tidak salah Kamis atau Jumat,” ujarnya. Sebenarnya bekas pelatih Arema Malang (kini bernama Arema Indonesia) era 1996-1997 itu sangat berminat melatih Arema Indonesia versi Liga Super Indonesia (LSI). Proses menuju kesepakatan tertulis atau kontrak kerja sudah dinegosiasikan sejak pertengahan Februari lalu. Bahkan, kata Suharno, sudah dicapai kesepakatan dalam pertemuan terakhir di Rumah Makan Ringin Asri, Kota Malang, menjelang akhir putaran pertama kompetisi LSI. Pertemuan dihadiri Direktur PT Arema Indonesia Rudi Widodo, Sunavip Ra Indrata alias Indra (manajer tim), dan Muhammad Taufan (sekretaris tim). Direktur Operasional Tim Nasional, Ferry Kodrat, membenarkan terpilihnya Suharno. Sebab, Fabio Oliviera harus dicarikan teman agar bisa bekerja optimal. Dengan demikian, semua program latihan yang sudah dirancang bisa dijalankan. Ferry menjelaskan Suharno dipilih berdasarkan hasil rapat bersama dengan tim pelatih, termasuk Fabio, Jumat, 20 April lalu. Tujuannya untuk memperkuat tim pelatih. “Jangan sampai kepergian Nil Maizar mengganggu persiapan timnas ke Palestina sehingga asisten pelatih harus ditambah,” tutur Ferry. Semula diputuskan tim akan meminta kesediaan Gusnul Yakin, konsultan teknik di Arema Indonesia versi LPI dengan tugas utama membina pemain-pemain belia di bawah 21 tahun. Namun, pengelola tim nasional kesulitan mendapatkan izin dari Fanda Soesilo selaku petinggi manajemen Arema untuk rela melepas Gusnul ke tim nasional. ABDI PURMONO

Sumber: Tempo.co