Banding Ilmuwan Muslim Uighur Ditolak China

Rimanews – Pengadilan China menolak banding tokoh terkemuka Muslim Uighur, Ilham Tohti terhadap hukuman seumur hidupnya yang dijatuhkan atas tuduhan separatisme. Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengecam kasusnya sebagai upaya membungkam kritik terhadap Partai Komunis yang berkuasa. Baca Juga Kritik pemerintah, jurnalis Filipina ditembak mati Wanita Muslim akan jadi perdana menteri Rumania Pria Malaysia sembunyikan 900 gram heroin di celana dalam Tohti (44), seorang profesor ekonomi, merupakan kritikus vokal terhadap kebijakan pemerintah China atas minoritas Uighur, yang sebagian besarnya beragama Islam di Xinjiang, yang telah dilanda gelombang kekerasan tahun lalu dan telah menewaskan sedikitnya 200 orang. China menuduh kelompok militan yang berusaha memerdekakan Xinjiang sebagai biang kerusuhan. Sementara kelompok HAM mengatakan diskriminasi dan represi pemerintah terhadap agama Islam dan bahasa Uighur lah yang memicu terjadinya kekerasan tersebut. Pengacara Tohti, Liu Xiaoyuan mengatakan kepada AFP bahwa kliennya menyebut putusan itu sebagai bukti “ketidak adilan” pemerintah China. “Dia berpendapat bahwa tindakannya sama sekali tidak membahayakan keamanan negara,” kata Liu. “Dia masih memegang teguh pandangannya tentang anti-kekerasan dan anti-separatisme, yang selama ini telah ia yakini.” Dia menambahkan bahwa kakak dan adik Tohti menghadiri sidang di Xinjiang, dan kliennya masih dipaksa untuk memakai belenggu kaki ketika ia mengunjunginya di sebuah pusat penahanan awal pekan ini. Kasus Tohti sebagian didasarkan pada rekaman salah satu sesi perkuliahan di mana dia mengatakan bahwa Xinjiang “dulu adalah milik etnis Uighur”, bukan milik marga Han yang saat ini menjadi mayoritas, kantor berita Xinhua melaporkan. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Muslim Uighur , Ilham Tohti , asia , Internasional

Sumber: RimaNews